Selasa, 26 Februari 2013

Pencerah Nusantara Lindu... Paket lengkap....

Sebetulnya cerita yang ini sudah dimulai dari sejak kami, Pencerah Nusantara di pelatihan pada sesi Bandung. Dimana pada waktu itu kami sempat dipertemukan dengan tim Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar besutannya pak Anies Baswedan itu lho, tim Pengajar Muda angkatan V ini juga sedang dalam pelatihan di Jawa Barat juga, tepatnya di Jatiluhur. Ketika itu Pengajar Muda sedang mengadakan pelayanan kemasyarakat sekitar tempat mereka pelatihan, yang meliputi pelayanan kesehatan, remaja serta anak-anak.  Kami dari tim Pencerah Nusantara membantu pada sesi konsultasi kesehatan.

Kami menyambangi tempat mereka pelatihan di jati luhur, berkenalan, saling berbagi pengalaman dan berbagi cerita satu sama lain selama pelatihan. Saya kebetulan bercerita dan berbagi pengalaman dengan beberapa orang yang sampai sekarang alhamdulillah komunikasih kami masih terus berlanjut. diantaranya adalah mereka dari tim Pengajar Muda yang akan diberangkatkan ke Banggai Sulawesi Tengah juga. Sama dengan kami tim Pencerah Nusantara Lindu yang akan juga ke Sulawesi Tengah. Pada akhir pertemuan itu kami berjanji jika ada kesempatan akan bertemu di Sulawesi nantinya sambil bertukar nomor telpon dan saling berteman di media sosial.

Sampai pada januari yang lalu saya masih sering ber-sms-an dan berbagi informasi dengan 2 orang dari tim Pengajar Muda Banggai. Diantaranya yaitu Auliya Funi dan Chatarina Lilian Elaine atau saya memanggilnya Lili saja.Untuk Lili sendiri, lili adalah seorang dokter lulusan dari negeri seberang, Cina yang pulang ke Indonesia kembali setelah menyelesaikan pendidikannya. Maka Lili dan saya sering bercerita yang topiknya gak jauh-jauh dari kesehatan. Salah satu keinginan Lili adalah memperdalam ilmu Obtetri genekologinya. Karena selama Lili belajar di Fakultas Kedokteran disana, sedikit Lili mendapatkan pasien ibu hamil dan partus (melahirkan) mengingat di Cina dengan kebijakan pemerintahnya satu keluarga satu anak dan pergeseran paradigma perempuan disana untuk menunda pernikahan atau bahkan memilih untuk tidak menikah. Maka Lili sangat tertarik ketika saya bercerita di tempat saya bekerja terdapat ibu hamil dan kami sudah menangani beberapa kasus partus.


Sedangkan Auliya, beberapa waktu di bulan Januari yang lalu kami saling berkirim sms berbagi pengalaman ditempat penempatan kami masing-masing, sampai ketika itu Auliya yang bisa saya panggil Au saja menanyakan apakah tim Pencerah Nusantara Lindu bersedia berkirim surat dengan dua orang muridnya yang kebetulan bercita-cita menjadi dokter. Maka langsung dengan antusias saya jawab kami sangat bersedia menerima dan membalas surat dari muridnya. Hari yang ditunggu tiba juga. Surat dari Au dan kedua muridnya datang. Ini dia suratnya:



Dengan tak sabar saya buka dan langsung saya baca singkat suratnya. Yang ini surat dari Ali:


Sedang yang ini dari Sulistina:


Setelah saya baca singkat 3 surat itu langsung saya berikan pada teman-teman yang lain agar segera membuat balasannya agar hari itu juga bisa dikirim. Maka beginilah keadaan kami ketika membalas surat itu:

Menuliskan surat balasan dalam kondisi belum mandi :D...

Usman yang sedang sibuk meng-input datapun tak luput saya todong untuk menuliskan surat balasannya

Mpit dan Una kompakan pakai jaket Pencerha Nusantara menuliskan surat balasan dengan penuh semangat :))

Maka terkumpullah 5 surat balasan untuk Ali dan Sulis adik kami yang punya cita-cinta jadi dokter kelak ketika mereka dewasa. Kami menuliskan dukungan semangat dan motivasi untuk mereka berdua serta tak lupa untuk terus menjaga kesehatan dan makan makanan yang bergizi agar tetap sehat dan kalau sehat maka bisa berpikir dan bergerak dengan semangat untuk mengejar cita-cita mereka.

Salam sehat untuk adik-adik di Banggai, salam semangat, salam sayang, salam penuh cinta dari kami Pencerah Nusantara Lindu^^

hari itu juga terkirim surat untuk mereka melalui kantor pos. Semoga mampu memberi inspirasi kepada Ali dan Sulis untuk tetap semangat dan tak kenal lelah mengejar cita-citanya.


Lindu juga punya^^
Maka di Lindupun kami juga mempunyai "Pasukan khusus" setiap hari Jum'at dan Minggu. kelas ini dimulai sejak bulan Desember diawal kedatangan kami di Lindu, Ini dia mereka:

Ini pasukan Minggu

Kalau yang ini pasukan Jum'at

Suasana belajar di teras depan rumah kami
Ketika teras dan ruang tamu rumah kami tidak muat lagi, maka teras puskesmaspun kami gunakan untuk tempat adik-adik kami belajar

Suasana saat adik-adik kami berkumpul untuk memulai belajar di teras Puskesmas

Mereka boleh masuk kedapur kami waktu istirahat tiba. Ini makanan yang saya buat untuk mereka. Satu untuk yang belajar di ruang tamu kami, satu lagi untuk kelompok yang belajar di teras rumah. Kadang-kadang kacang hijau, kadang juga singkong goreng. Kali ini donat kecil (hemat ceritanya:p) dan pisang goreng:)
Adik-adik ini berasal dari 2 SD di Lindu. Tapi hari minggu kemarin ada satu tim lagi dari SD desa sebelah. Jadi sekarang ada 3 tim dengan pengelompokan belajar mereka berdasarkan kelas masing-masing.

Inilah yang bisa kami lakukan disini... Semampu kami...

Satu lagi, di bulan Februari ini juga sudah terbentuk satu komunitas ibu-ibu gereja dan ibu-ibu PKK yang belajar merajut bersama saya. Fotonya menyusul ya, karena baru satu kali pertemuan jadi belum sempat di dokumentasikan.

Tidak berlebihan kalau saya menyebut Pencerah Nusantara Lindu adalah Paket Lengkap... Hehe:))

Oh iya, kami dengan senang hati menunggu kedatangan Pengajar Muda Banggai Au dan Lili yang berencana akan berkunjung ke Lindu bulan Juli nanti.

Ayo main ke Lindu, bertemu dengan adik-adik kami juga ya:))....


Ketika melihat adik-adik kami di tiap jum'at dan minggu, saya sangat yakin bahwa harapan itu masih ada... Indonesia lebih cerah... Insya Allah^^...


Palu 27 Februari 2013
01.17 WITA
Utri Kularia
Pencerah Nusantara Lindu